Detail Cantuman Kembali

XML

monitoring perubahan tutupan habitat terumbu karang di pulau beralas pasir menggunakan citra spot 4 dan 7 tahun 2011 dan 2018


Pulau Beralas Pasir termasuk Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bintan dengan SK Bupati Bintan No. 261/VIII/2007 (Lumbantoruan, 2017). Kegiatan wisata air yang banyak dilakukan oleh wisatawan di Pulau Beralas Pasir berdampak terhadap kondisi terumbu karang, faktor lain yang mempengaruhi kondisi terumbu karang di Pulau Beralas Pasir yaitu kegiatan penambangan bauksit, granit dan pasir darat di sekitar Pulau Beralas Pasir (CRITC Bintan, 2009). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tutupan habitat terumbu karang dan kondisi terumbu karang di Pulau Beralas Pasir dengan fungsi Penginderaan Jauh, dengan menggunakan citra SPOT 4 tanggal akuisisi 1 Juni 2011 dan SPOT 7 tanggal akuisisi 5 April 2020. Pengambilan data parameter lingkungan yang berkaitan dengan terumbu karang juga dilakukan pada penelitian ini. Pengolahan citra menggunakan algoritma Lyzenga untuk mempermudah dalam proses klasifikasi citra. Hasil persentase tutupan karang hidup di Pulau Beralas Pasir berkisar 26% - 53%. Terjadi perubahan luasan tutupan habitat terumbu karang di Pulau Beralas Pasir yang semula pada tahun 2011 seluas 67,560 hektar, kemudian pada tahun 2018 menurun menjadi 38,338 hektar, sehingga total penurunan luasannya sebesar 29,222 hektar. Beberapa faktor alam yang ditemukan dalam penelitian ini yang menyebabkan terjadinya kerusakan terumbu karang yaitu siput Drupella, kelimpahan Alga Caulerpa racemosa, dan bulu babi. Mayoritas jenis terumbu karang yang ada di Pulau Beralas Pasir terdiri dari Non-Acropora: Coral Massive, Coral, Coral Foliose, Coral Encrusting, Acropora: Acropora Tabulate, Acropora Encrusting, dan Acropora Digitate.
624.20.16 Ros m
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2020
Surabaya
xii, 86 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...